Senin, 18 Desember 2017

Pengertian Teks Prosedur, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Macam dan Contoh Teks Prosedur

Pengertian Teks Prosedur, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Macam dan Contoh Teks Prosedur

 

        Teks Prosedur merupakan teks yang berisi tentang langkah-langkah atau tahap-tahap untuk melakukan sesuatu hal baik melakukan suatu kegiatan tertentu maupun membuat sesuatu yang disajikan secara berurutan.


 




Tujuan Teks Prosedur

    Tujuan teks prosedur yaitu untuk membantu pembaca atau pendengar memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat atau dengan kata lain, tujuan penulisan teks prosedur yaitu untuk memperoleh hasil akhir.

Ciri-Ciri Teks Prosedur
Adapun ciri-ciri teks prosedur yaitu:
  • Menggunakan pola kalimat imperatif atau kalimat perintah.
  • Menggunakan kata kerja aktif
  • Menggunakan konjungsi atau kata penghubung untuk mengurutkan kegiatan atau cara.
  • Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan cara, tempat dan waktu yang akurat.

Struktur Teks Prosedur Kompleks
Dalam pembentukannya, teks prosedur memiliki tiga struktur diantaranya yaitu tujuan, material dan langkah-langkah.

Bagian Tujuan
Bagian tujuan teks prosedur bisa berupa judul dan juga berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan di capai jika kita melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.

Bagian Material
Bagian material teks prosedur berisi mengenai bahan, alat atau material yang dibutuhkan. Tapi tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian material terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan suatu hal seperti makanan dan sebagainya.

Bagian Langkah-Langkah
Bagian ini berisi mengenai langkah-langkah yang harus dilewati untuk mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada bagian ini setiap langkah harus dilakukan dengan urut tidak boleh secara acak.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur
Seperti halnya jenis teks lain, teks prosedur memiliki kaidah kebahasaan sendiri. Kaidah kebahasaan tersebut yaitu:

a. Konjungsi temporal
Pada teks prosedur akan banyak ditemukan kata konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.

b. Kata kerja imperatif
Dalam teks prosedur juga akan banyak ditemukan kaliamt imperatif atau kalimat perintah dan larangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur.

c. Verba material dan tingkah laku
Verba material adalah sesuatu yang mengacu pada tindakan fisik seperti potong wortel, haluskan bumbu dan lain sebagainya. Sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan ungkapan.

d. Partisipan manusia
Ini merupakan semua manusia yang ikutserta dalam teks prosedur tersebut.e. Terdapat bilangan sebagai penanda urutan.
f. Terdapat kalimat introgatif atau kalimat berisikan pertanyaan.
g. Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat berisikan pernyataan.

Macam-Macam Kalimat Dalam Teks Prosedur
Terdapat 3 macam jenis kaliamat yang ada dalam teks prosedur yaitu:

Kalimat Imperatif
Kalimat Imperatif adalah kalimat berisi perintah dan berfungsi untuk meminta dan melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.

Kalimat Deklaratif
Kalimat Deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan dan berfungsi untuk memberikan informasi atau berita mengenai sesuatu.

Kalimat Interogatif
Kaliamat Interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan dan berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.

Macam-Macam Teks Prosedur Dan Contohnya
Terdapat beberapa macam jenis tek prosedur yaitu teks prosedur sederhana, teks prosedur kompleks dan teks protokol.

Teks Prosedur Sederhana
Teks prosedur sederhana adalah tejs yang hanya menyajikan prosedur yang hanya ditempuh dengan dua atau tiga langkah saja. Contoh prosedur teks sederhana seperti cara mengoperasikan setrika listrik, cara mematikan televisi, cara mengirimkan pesan melalui handphone dan lain sebagainya.

Langkah awal merupakan syarat untuk langkah selanjutnya, untuk itu 2-3 langkah sederhana tersebut tidak bisa berubah urutannya.

Teks Prosedur Protokol
Teks protokol adalah jenis teks prosedur yang langkah kerjanya tidak terlalu ketat atau dengan kata lain langkah kerja pada teks protokol dapat diubah. Langkah-langkah tersebut tidah harus dilakukan secara urut karena tidak saling berkaitan, meski urutan langkah diubah tujuan yang diharapkan tetap bisa terpenuhi. Berikut contoh prosedur protokol yaitu:

Cara memasak mie instan. Pertama, didihkan air kemudian masukkan mie instan ke dalam air yang mendidih. Setelah itu, silahkan tentukan apakah bumbu racik mie instan akan dimasukan bersama mie yang sedang dimasak atau pisahkan ke dala wadah tersendiri yang sudah disediakan. Setelah mie matang, masukkan kedalam wadah. Terakhir mie siap dihidangkan.

Teks Prosedur Kompleks
Teks Prosedur Kompleks adalah teks prosedur yang terdiri atas banyak langkah dan langkah-langkah tersebut berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya. Berikut teks prosedur kompleks:

Cara Mematikan Komputer Yang Benar

Setelah sebelumnya kita membahas cara untuk menghidupkan komputer yang benar sekarang kita akan membahas bagaimana cara untuk mematikan komputer yang benar. Di bawah ini akan dibagi menjadi dua bagian, pada bagian pertama akan dibahas tentang cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan Windows 7 setelah itu pada bagian kedua kita akan membahas bagai mana cara untuk mematikan komputer yang benar pada windows 8.

Untuk cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan windows 7 yang benar adalah sebagai berikut:
  • Klik menu “START” yang berada pada pojok kiri bawah layar.
  • Lalu klik “shutdown”.
  • Lalu Pilih “OK”.
  • Tunggu hingga komputer mati.
  • Setelah komputer mati, matikan stabilizer dengan cara menekan tombol power setelah itu cabut kabel listrik untuk memutuskan arus.
Untuk cara mematikan komputer pada windows 8 yang benar adalah sebagai berikut:
  • Arahkan pointer mouse ke pojok kanan bawah.
  • Pilih, setelah itu klik setting.
  • Klik power, setelah itu klik shutdown.
  • Tunggu hingga komputer dalam keadaan benar-benar mati.
  • Setelah itu matikan stabilier dan cabut kabel arus listrik.

Demikianlah penjelasan artikel yang berjudul tentang Pengertian Teks Prosedur, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Macam dan Contoh Teks Prosedur Terlengkap. Semoga dapat bermanfaat.
Daftar Pustaka : 


Seni Teater

SENI TEATER

A. PENGERTIAN SENI TEATER
   Dalam sejarahnya, kata “Teater”  berasal dari bahasa Inggris theater  atau  theatre,  bahasa Perancis  théâtre  dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata “teater” dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan secara istilah kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas  untuk konsumsi penikmat.

    Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater  dalam  arti sempit dideskripsikan  sebagai sebuah drama  (perjalanan hidup seseorang  yang dipertunjukkan  di  atas  pentas,  disaksikan  banyak orang  dan  berdasarkan atas  naskah  yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang  banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.

   Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

  Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.
B. FUNGSI SENI TEATER
    Peranan seni teater  telah mengalami  pergeseran seiring dengan berkembangnya teknologi. Seni teater tidak hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai  seni,  teater  tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai afektif masyarakat. Adapun beberapa fungsi seni teater, diantaranya meliputi:

1. Teater sebagai Sarana Upacara
   Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater  tradisional.

2. Teater sebagai Media Ekspresi
   Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

3. Teater sebagai Media Hiburan
   Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan pertunjukan yang digelar.

4. Teater sebagai Media Pendidikan
    Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.

C. UNSUR – UNSUR SENI TEATER
Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain:
1. Unsur Internal
  Unsur internal merupakan unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan suatu  teater. Tanpa unsur internal internal tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dikatakan sebagai jantungnya sebuah pementasan teater. Unsur internal, meliputi:

1a. Naskah atau Skenario
    Naskah atau Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog nantinya akan dipentaskan. Naskah menjadi salah satu penunjang yang menyatukan berbagai macam unsur yang ada yaitu pentas, pemain, kostum dan sutradara.

1b. Pemain
     Pemain  merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah pertunjukan teater. Pemain berperan dalam menghasilkan beberapa unsur lain, seperti unsur suara dan gerak. Ada  tiga  jenis  pemain, yaitu peran utama (protagonis/antagonis), peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron, pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.

1c. Sutradara
    Sutradara merupakan salah satu unsur yang paling sentral, karena sutradara adalah orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater. Sutradara menjadi otak dari jalannya suatu cerita, misalnya mengarahkan para aktor, membedah naskah, menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan dan lain-lain.

1d. Pentas
      Pentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan nilai estetika dari sebuah pertunjukan. Selain itu, pentas menjadi  unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa dekorasi lain yang berkenaan dengan pentas.

1e. Properti
      Properti  merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater, seperti kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain sebagainya.

1f. Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
  • Tata Rias  adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih sesuai dengan karakter yang akan diperankan;
  • Tata  Busana  adalah  pengaturan  pakaian  pemain  agar  mendukung  keadaan  yang menghendaki. Contohnya pakaian yang dikenakan anak sekolahan tentu akan berbeda denga pakaian harian yang dikenakan pembantu rumah tangga;
  • Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung;
  • Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara.


2. Unsur Eksternal
   Unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Unsur eksternal diantaranya, yaitu

2a. Staf Produksi
     Staf produksi adalah sekelompok tim atau individual yang berkenaan dengan pimpinan produksi sampai semua bagian yang ada di bawahnya. Adapun tugas masing-masing dari mereka adalah sebagai berikut:
  • Produser/ pimpinan produksi
  • Mengurus semua hal tentang produksi;
  • Menetapkan personal (petugas), anggaran biaya, fasilitas, program kerja dan lain sebagainya.


2b. Sutradara/ derektor
  • Pembawa sekaligus pengarah jalannya naskah;
  • Koordinator semua pelaksanaan yang menyangkut pementasan;
  • Mencari dan menyiapkan aktor;
  • Menyiapkan make up dan juga men-setting segala sesuatu yang dipegang oleh bagian desainer beserta kru.


2c. Stage manager
  • Pemimpin dan penanggung jawab panggung;
  • Membantu sutradara.


2d. Desainer
    Menyiapkan semua aspek visual yang menyangkut setting tempat atau suasana, properti atau perlengkapan pementasan, kostum, tata lampu dan pencahayaan, serta perlengkapan lain (seperti: audio).

2e. Crew
Crew merupakan pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang bagian desainer, diantaranya:
  • Bagian pentas/tempat;
  • Bagian tata lampu (lighting);
  • Bagian perlengkapan dan tata musik;


D. JENIS JENIS SENI TEATER
1. Teater Boneka
   Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

   Selain itu, contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

   Beralih ke luar negeri, pertujukan Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.
TEATER BONEKA
TEATER WAYANG KULIT

2. Drama Musikal
   Drama musikal merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena dalam pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja.
PEMENTASAN DRAMA MUSIKAL

3. Teater Dramatik
    Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Fokus pertujukan teater dramatik ialah menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Dalam teater dramatik, laku aksi pemain sangat ditonjolkan. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik mencoba mementaskan cerita seperti halnya realita.
TEATER DRAMATIK

4. Teatrikalisasi Puisi
   Teatrikalisasi puisi merupakan pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam teatrikal puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya bersifat teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud.
Teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.
TEATRIKALISASI PUISI
5. Teater Gerak
   Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater dapat bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

   Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini  adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

TEATER GERAK







Daftar Pustaka :
http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Fungsi-Unsur-Jenis-Macam-Seni-Teater-Adalah.html


Minggu, 17 Desember 2017

Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar 

         Apabila kalian sudah menentukan produk kerajinan berdasarkan analisis peluang usaha, kalian dapat menentukan sumber daya yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut. Dalam perencanaan proses produksi diperlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikategorikan atas enam tipe sumber daya (6M), sebagai berikut.
a.Man (Manusia)
   Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat, baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
b.Money (Uang)
   Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan.Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu,uang merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja,alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai oleh perusahaa
c.Material (Fisik)
  Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan, tetapi membeli dari pihak lain.Untuk  itu manajer perusahaan berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga paling murah,menggunakan  cara pengangkutan yang murah dan membuat proses pengolahan seefisien mungkin.
d.Machine (Teknologi) 
   Mesin memiliki peranan penting dalam proses produksi. Setelah revolusi industri, banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin.Perkembangan teknologi yang begitu pesat menyebabkan penggunaan mesin semakin meningkat. Banyaknya mesin baru yang ditemukan oleh para ahli memungkinkan peningkatan produksi sangat tinggi.
 
e.Method (Metode)

  Metode sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien.Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama.

e.Market (Pasar)
  Jika barang yang diproduksi tidak laku, proses produksi barang akan berhenti.Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai,kualitas barang harus sesuai dengan selera konsumen dan harga terjangkau oleh daya beli konsumen.

 

Manfaat Keajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Manfaat Keajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun  Datar

 

    Manfaat produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: manfaat produk kerajinan sebagai benda pakai dan manfaat produk kerajinan sebagai benda hias.

a. Manfaat produk kerajinan sebagai benda pakai

    Sebagai benda pakai, produk kerajinan yang dibuat mengutamakan fungsinya, adapun unsur keidahannya hanyalah sebagai pendukung. 

Berikut contoh karya kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar sebagai benda pakai.


Hasil gambar untuk contoh gambar kerajinan sandal dari kain perca
http://solodejava.blogspot.co.id


 b. Manfaat Produk Kerajinan Benda Hias

     Produk kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang, atau digunakan sebagai hiasan. Berikut contoh karya kerajinan dari bahan limbah Berbentuk bangun datar sebagai benda hias.


Hasil gambar untuk contoh gambar kerajinan untuk hiasan bunga kertas
https://www.brilio.net





 

Cara Mengolah Sisik Ikan Agar Dapat Dipakai Menjadi Bahan Baku Produk Kerajinan


Cara Mengolah Sisik Ikan Agar Dapat Dipakai Menjadi Bahan Baku Produk Kerajinan



           Cara pengolahan kerajinan dari sisik ikan ini pun terbilang cukup mudah, Berikut ini adalah cara mengolah sisik-sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan.


  1. Cucilah sisik-sisik ikan untuk mengilangkan lendir, kemudian direndam selama 2 jam dengan air detergen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.

  2. Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.

  3. Tiriskan sisik ikan pada saringan aluminium kurang lebih 30 menit dan usahakan tidak terkena sinar matahari, setelah air berkurang pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan .

  4. Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.

  5. Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci aduk-aduk supaya tercampur merata dan masukkan pula sisik-sisik ikannya. Aduk-aduk sisik ikan secara perlahan kurang lebih 10 menit. Perlu diperhatikan jangan sampai air menjadi mendidih, jika air terlalu panas sisik ikan biasanya akan lengket dan saling menempel antara satu dengan yang lainnya.

  6. Angkat panci dari atas kompor dan biarkan sisik ikan tetap dalam panci kurang lebih 20 menit agar warna benar-benar meresap ke dalam sisik ikan.

  7. Tiriskan sisik-sisik ikan di atas saringan aluminium untuk mengurangi warna yang berlebihan pada sisik. Bilas sisik menggunakan air bersih agar sisa pewarna yang masih terbawa menjadi luruh.
     
  8. Keringkan sisik ikan dengan cara diangin-anginkan sehingga tidak ada lagi air yang menempel, Pada saat diangink-anginkan jangan sampai terkena sinar matahari agar permukaan tidak melengkung.Menghindari lengkungan pada permukaan sisik ikan, sebaiknya sisik ikan tidak terkena panas atau matahari secara langsung karena bisa membuat sisik ikan melengkung dan sulit untuk dibentuk. Menghindari lengkungan pada permukaan sisik ikan, sebaiknya sisik ikan tidak terkena panas atau matahari secara langsung karena bisa membuat sisik ikan melengkung dan sulit untuk dibentuk.




  • Penyimpanan bahan sisik ini juga perlu diperhatikan. Jika tidak digunakan, simpan sisik-sisik ini ke dalam kotak yang kering dan bersih. Jika sisik ikan sudah mulai mengeras, lakukan perendaman terlebih dahulu sebelum dirangkai untuk membuat. aksesori. Perendaman ini biasanya dilakukan dengan menggunakan air dingin selama sekitar satu jam. Setelah agak lemas, sisik ikan baru bisa dibentuk sesuai selera.


















  • Daftar Pustaka:

    http://www.rumahkreative.id/2017/07/membuat-berbagai-kerajinan-dari-sisik.html

    Membuat Pot Bunga Mozaik Keramik Mudah Dipraktekkan


    Membuat Pot Bunga Mozaik Keramik Mudah Dipraktekkan



    Bahan dan Alat Membuat :



    Bahan yang Digunakan :

    1. Keramik
    2. Gerabah
    3. Lem
    4. Cat
    5. Tang
    6. Palu
    7. Kuas Cat
    8. Pengisi nat
    9. karet atau potongan sandal juga bisa
    10. lap.

    1. Membuat Pola. Langkah pertama yang kita lakukan adalah membuat pola gambar desain yang kita inginkan pada pot gerabah dengan pensil

    2. Membuat Potongan Keramik. Pecahan keramik yang sudah terkumpul kita ambil dan bentuk sesuai yang seperti  dalam pola desain gerabah. Sebagai contoh keramik kita potong membentuk pola gambar daun dan kita potong denan tang potong.

    >
    3. Menempelkan Keramik Pada Pot Gerabah. Atur semua potongan keramik yang sudah kita buat dan tempelkan pada bidang pot gerabah sampai semuanya terpasang dengan sempurna dan kuat menggunakan lem.

    4. Isi Nat dengan semen. Pada saat kita menunggu kering lemnya, maka kita siapkan dulu pengisian nat dan dicampur bersama air. Isikan adonan semen pengisi nat pada bidang mozaik keramik yang kosong hingga semuanya tertutupi secara sempurna.

    Bersihkan permukaan keramik yang sudah diisi dengan nat menggunakan kain lap yang kering dan bersih. Setelah selesai, maka kita bisa menjemurnya dibawah terik matahari langsung hingga benar-benar kering.

    Finishing Membuat Pot Mozaik


    Setelah semuanya selesai dan kering, kini saatnya kita mepercantik tampilan pot mozaik keramik ini dengan menggunakan warna yang sesuai dengan selera kita. Okey mudah yah cara membuat Pot Bunga Mozaik Keramik  ini. Semoga artikel ini bisa menginspirasi kreativitas kita dalam berkarya seni, Terimakasi.





















    Daftar Pustaka :

     http://www.rwrt.club/2014/12/membuat-pot-bunga-mozaik-keramik-mudah.html

    Rak Buku Dari Kardus

    Rak Buku Dari Kardus

              Kamu memiliki banyak buku di rumah? atau sudah tidak ada lagi tempat untuk menaru buku bukumu yang tertumpuk itu, Yups, saya akan ajari kamu bagaimana cara membuat rak buku dari kardus. Berikut ini adalah peralatan serta bahan yang perlu kamu siapkan.

    1. Kardus bekas. direkomendasikan agar memakai kardus bekas yang mempunyaii ukuran ketebalan kira kira 1 cm. Jika tipis, nantinya kardus tersebut akan gampang sekali patah dan rusak.
    2. Cutter dan gunting. Pakai cutter yang berukuran kecil supaya nantinya kamu mudah untuk memotong lubang lubang pada bagian tengahnya.
     3. Stiker warna atau cat.
    4. Lem tembak atau lem yang kuat. 
    5. Clip besi.

     
              Cara membuat rak buku dari kardus:

    1. Potong kardus bekas yang sebelumnya telah disediakan dengan memakai cutter menjadi beberapa bagian, seperti bagian belakang, atas dan bawah, samping kanan dan kiri, , serta bagian tengah buat menempatkan laci-laci berukuran kecil. Cocokkan ukuran rak yang akan kamu bikin dengan ukuran kardus bekas yang kamu punya.
    2. Sesudah itu, susun seluruh bagian kardus yang telah dipotong-potong sebelumnya menjadi satu. Mulai dari bagian belakang rak sampai bagian kecil di tengah. 3. Ketika seluruh bagian rak tampak rapi dan pas akurasinya, kamu bisa kasih warna di rak buku supaya tampilannya menjadi tampak cantik.
    4. Apabila seluruh bagian telah rampung dilapisi kertas, tempatkan kembali seluruh bagian rak sama seperti cara sebelumnya menempelkannya, namun kali ini pakai lem tembak buat menempelkan setiap bagian supaya hasilnya lebih kuat serta tidak gampang patah. Nah untuk finishingnya, kamu rapikan masing masing bagian yang bagi kamu tampak kacau.



















    Daftar Pustaka :

    https://hidupsimpel.com/kerajinan-tangan-dari-kardus/

    Cara Membuat Bunga Dari Kertas dan Sedotan

     

     Cara Membuat Bunga Dari Kertas dan Sedotan




    cara membuat bunga dari kertas dan sedotan
    pinterest.com
    Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat bunga dengan bahan kertas dan juga sedotan. Untuk awal-awal siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan.
    Bahan-bahan yang dibutuhkan:
    1. Kertas
    2. Sedotan
    3. Lem Kertas
    4. Kawat
    Pertama-tama kamu gulung kertas dengan sedotan, kemudian mampatkan kertasnya. Setelah mampat, baru deh kamu copot sedotannya tersebut. Agar lebih mudah membayangkannya, Coba lihat gambar di bawah.


    cara membuat bunga dari kertas dan sedotan
    gambar 1
    Lakukan cara cara tadi secara berulang, hingga sampai mendapatkan beberapa buah bunga. Ketika sudah menghasilkan banyak bunga, baru deh kamu bentuk bunga tersebut menjadi lingkaran. Caranya yaitu dengan menyambungkan satu ujung dengan ujung yang lainnya.
    Jangan lupa buat juga tangkai bunganya, adapun cara membuat tangkai bunga, bisa ikuti langkah langkah selanjutnya karena hampir mirip. Gampang banget kok.










    Daftar Pustaka :

    https://hidupsimpel.com/cara-membuat-bunga-dari-kertas/

    PENGERTIAN DAN CONTOH ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN

    Analisis SWOT pada perusahaan. Apakah Anda pernah mendengar istilah analisis SWOT? Apa sih analisis SWOT pada perusahaan? SWOT merupakan singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities dan Threats. Apabila di artikan lebih detail lagi, Analisis SWOT adalah teknik dalam melakukan perencanaan suatu strategi yang dapat di gunakan dalam melakukan evaluasi seperti kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang terdapat pada suatu perusahaan, baik perusahaan yang saat ini sudah berjalan maupun perusahaan baru. Namun selain digunakan pada perusahaan atau urusan bisnis, analisis SWOT juga dapat digunakan kepada diri kita sendiri untuk mengembangkan karir Anda.
    Analisis SWOT pada perusahaan
    Analisis SWOT pada perusahaan
    Via: Iqbalnurhadi
    Pada mulanya, analisis SWOT pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960 –an oleh Albert S Humphrey ketika sedang memimpin proyek riset di Standford Research Institute yang memanfaatkan data dari perusahaan Fortune 500.

    Komponen Dasar pada Analisis SWOT

    Terdapat empat komponen dasar pada analisis swot, yaitu:
    Strength (S) atau kekuatan. Komponen ini merupakan karakteristik dari suatu perusahaan maupun organisasi yang dapat memberikan keuntungan atau kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya.
    Weakness (W) atau kelemahan. Komponen ini merupakan karakteristik yang berhubungan dengan kelemahan yang ada pada perusahaan maupun organisasi dibandingkan dengan yang lainnya.
    Opportunities (O) atau peluang. Komponen ini merupakan peluang-peluang apa saja yang dapat di manfaatkan untuk organisasi maupun perusahaan Anda agar bisa berkembang di kemudian hari.
    Threats (T) atau ancaman. Komponen ini merupakan ancaman-ancaman apa saja yang mungkin akan dihadapi pada organisasi maupun perusahaa yang bisa menghambat laju perkembangan dari organisasi ataupun perusahaan tersebut.
    Berdasarkan empat komponen dasar yang telah dijelaskan maka analisis SWOT dapat dibagi menjadi dua factor yaitu factor internal organisasi atau perusahaan dan factor eksternal organisasi atau perusahaan. Factor internal tersebut meliputi Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan), sedangkan factor eksternal meliputi Opportunities (Peluang) dan Threats (Ancaman). Maka dari itu biasanya analisis SWOT juga biasa disebut sebagai analisis internal – eksternal atau internal – eksternal analisis, dan matriks dari SWOT juga dikenal sebagai Matrix IE atau IE Matrix.

    Cara Menggunakan Analisis SWOT

    Pada saat ingin melakukan Analisis SWOT pada perusahaan, hal yang perlu dilakukan sebelumnya adalah membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri berdasarkan keadaan yang sesuai pada organisasi maupun perusahaan Anda. Contoh dari pertanyaannya sebagai berikut:
    Strength atau Kekuatan
    1.       Apa kelebihan yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan Anda?
    2.       Apa yang dapat membuat organisasi atau perusahaan Anda agar lebih baik dari organisasi atau perusahaan yang lainnya?
    3.       Apa keunikan yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan Anda?
    4.       Hal apa yang dapat menyebabkan organisasi atau perusahaan Anda mendapatkan penjualan?
    5.       Apa kelebihan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen dari perusahaan Anda?
    Weakness atau Kelemahan
    1.       Hal apa yang dapat ditingkatkan pada organisasi atau perusahaan Anda?
    2.       Hal apa yang harus di hindari oleh organisasi atau perusahaan Anda?
    3.       Factor apa saja kah yang dapat menyebabkan kehilangan penjualan pada perusahaan Anda?
    4.       Apa kelemahan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen dari perusahaan Anda?
    5.       Apa yang telah dilakukan oleh pesaing-pesaing perusahaan Anda sehingga perusahaan mereka lebih baik dari perusahaan Anda?
    Opportunities atau Peluang
    1.       Kesempatan apa saja kah yang dapat Anda lihat?
    2.       Trend apa saja yang saat ini sedang berlangsung dan sesuai dengan usaha Anda?



    Threats atau Ancaman
    1.       Apa hambatan yang saat ini sedang di hadapi?
    2.       Hal apa yang telah dilakukan oleh pesaing bisnis Anda?
    3.       Perkembangan apa yang dapat menjadi ancaman untuk organisasi atau perusahaan Anda?
    4.       Apakah ada perubahan dari pemerintah yang dapat mengancam perkembangan bisnis Anda?

    Faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT

    Tentunya pada saat Anda menyusun suatu strategi menggunakan analisis SWOT maka akan terdapat factor yang mempengaruhinya, berikut factor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi keempat komponen dasar pada analisis SWOT:
    Faktor Internal (S & W)
    ·         Pengalaman organisasi baik yang berhasil maupun gagal
    ·         Finansial pada organisasi
    ·         Sumber daya yang dimiliki oleh organisasi
    ·         Kelebihan maupun kelemahan dari organisasi

    Faktor Eksternal (O & T)
    ·         Lingkungan
    ·         Peraturan pemerintah
    ·         Peristiwa yang terjadi
    ·         Trend
    ·         Budaya, ideology, sosial politik, perekonomian
    ·         Perkembangan teknologi
    ·         Sumber permodalan

    Contoh Analisis SWOT
    Selanjutnya akan Saya berikan contoh analisis SWOT dari suatu perusahaan:
    Strength atau Kekuatan
    1.       Perusahaan kami memiliki reputasi yang baik di bidang yang kami tekuni
    2.       Perusahaan kami sangat fleksibel dalam menangani kasus dan permintaan dari pelanggan
    3.       Perusahaan kami sangat memperhatikan semua permintaan serta kebutuhan pelanggan
    4.       Perusahaan kami memiliki biaya overhead yang rendah, maka biaya yang kami tawarkan tentunya lebih baik dari yang lain
    5.       Perusahaan kami dapat memberikan respon yang cepat untuk tiap-tiap permintaan pelanggan tanpa harus melalui alur birokrasi yang panjang
    Weakness atau Kelemahan
    1.       Rendahnya kemampuan yang dimiliki karyawan pada perusahaan kami dalam bidang-bidang tertentu
    2.       Permodalan yang masih terbatas
    3.       Tidak lancarnya arus kas perusahaan
    4.       Lokasi kurang strategis





    Opportunities atau Peluang
    1.       Adanya dukungan dari pemerintah bagi perusahaan local seperti kami
    2.       Sekto yang kami tekuni mengalami kenaikan




    Threats atau Ancaman
    1.       Kurangnya minat perbankan untuk membiayai industry yang sedang kami tekuni
    2.       Perubahan strategi dari pesaing sehingga mengancam posisi kami di pasaran
    3.       Perkembangan teknologi diluar kemampuan perusahaan kami yang terlalu cepat di pasaran, sehingga mengakibatkan perusahaan kami terlambat dalam mengadopsinya
















    Daftar Pustaka :

    https://zahiraccounting.com/id/blog/analisis-swot-pada-perusahaan/

























































































    LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SANDAL JEPIT DARI KAIN PERCA

    ALAT :
    1. Gunting
    2. Lem UHU
    3. Pensil/ Bolpoin/ Spidol Kecil
    BAHAN :
    1. Sandal Jepit
    2. Kain Perca
    3. Kain Flanel
    4. Hiasan/ Pernak Pernik
    LANGKAH PEMBUATAN :
    1. Buatlah pola pada kain perca dengan cara tarulah sandal jepit diatas kain perca. Lalu jiplak/ gambar pola alas sandal diatas kain perca.
    2. Gunting kain perca yang sudah digambar dan potong sedikit di kedua sisi kanan, kiri dan atas.
    3. Tempelkan kain perca diatas alas sandal bagian atas dengan lem UHU, tunggu beberapa saat hingga kering.
    4. Selanjutnya, buatlah penutup untuk tali sandal dengan kain flanel. Potong kain flanel sesuai dengan panjang dan lebar tali sandal. Lalu tempelkan kain flanel yang sudah di potong tadi di tali sandal dengan cara di lilit atau di putar.
    5. Langkah terakhir, tempelkan hiasan yang sudah di siapkan di tali sandal
    6. Karya sandal jepit dari kain perca pun bisa di pakai.
    KOMENTAR :
    Dengan membuat sandal jepit dari kain perca, saya mendapatkan banyak ilmu, saya bisa memanfaatkan kain yang sudah tidak terpakai lagi menjadi sebuah kerajinan tangan. walaupun mengerjakannya harus penuh dengan kesabaran tetapi saya senang.

    HASIL KARYA :
















    Daftar Pustaka :